ANALISIS VERBA IU DALAM NOVEL WATASHI O HANASANAIDE KARYA KAZUO ISHIGURO KAJIAN; STRUKTUR

Anton, Masri and Syahrial, Syahrial and Anwar, Nasihin (2017) ANALISIS VERBA IU DALAM NOVEL WATASHI O HANASANAIDE KARYA KAZUO ISHIGURO KAJIAN; STRUKTUR. Diploma thesis, Universitas Bung Hatta.

[img] Text
11. COVER - BAB I.pdf

Download (602kB)
[img] Text
11. SKRIPSI.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (903kB)

Abstract

Penulis menganalisis bentuk dan fungsi bentuk dan fungsi verba „iu‟ dalam novel Watashi o Hanasanaide karya Kazuo Ishiguro, kajian struktur. Metode yang Penulis gunakan dalam skripsi ini adalah metode deskriptif yaitu: penelitian dilakukan semata-mata hanya berdasarkan fakta atau fenomena yang memang secara empiris masih digunakan oleh penuturnya sehingga dapat dipaparkan seperti apa adanya (Sudaryanto, 1992:62). Pada skripsi ini, data dikumpulkan dengan metode simak yang dilanjutkan dengan teknik catat. Kemudian Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode agih dengan teknik dasar teknik bagi unsur langsung (BUL). Untuk menganalisis bentuk dan fungsi verba „iu‟ pada penelitian ini, penulis menggunakan teori Nihon go Bunkei Ziten karya Sunagawa Yuriko dan kawan-kawan. Verba „iu‟ terdapat bermacam-macam bentuk dan fungsi, yaitu seperti yang terdapat dibawah ini: 1. IU yang menerangkan; 発言 „Hatsugen‟ “ucapan” terdapat enam macam bentuk dan fungsi , yaitu : a. [ ~ to iu], b. [ ~ to itte iru], c. [~ to iwarete iru], d. [ verba- ru / verba- nai you ni iu], e. [ nomina o iu], f. [ Nomina o ~ to iu]. 1.a [ ~ TO IU]. Bentuk yang dipakai yaitu: „verba / kutipan perkataan + to iu‟. Bentuk ini menerangkan „ucapan‟. “~ to iu” dapat diartikan: „mengatakan ~, berkata ~, membicarakan ~”. Berfungsi untuk menyatakan kutipan perkataan orang. Jika „~ to iu‟ dirubah ke dalam bentuk tanya, maka dapat digunakan „nan to iimashitaka‟ juga bisa digunakan „dou iimashitaka‟. Jika mengutip bersifat tidak langsung pada kalimat perintah dan permohonan, jadinya „ ~ you ni iu‟. 1.b. [ ~ TO ITTE IRU]. Bentuk yang dipakai yaitu: „verba / kalimat / frasa + to itte iru‟. Bentuk ini menerangkan „ucapan‟. „~ to itte iru‟ dapat diartikan: “mengatakan ~, berkata ~, membicarakan ~”. Berfungsi untuk menyatakan tentang ucapan seseorang, yang berlaku saat itu juga. 1.c. [ ~ TO IWARETE IRU]. Bentuk yang dipakai, yaitu: „kalimat / frasa + to iwarete iru‟. Bentuk ini menerangkan „ucapan‟. “~ to iwarete iru” dapat diartikan: “katanya ~, kata orangorang ~, kabarnya ~, menurut kabar yang beredar ~”. Digunakan pada saat mengatakan tentang kabar angin yang sedang beredar atau digunakan pada saat mengatakan pandangan yang sedang beredar. 1.d. [ Verba- ru / Verba- nai UNIVERSITAS BUNG HATTAYOU NI IU]. Bentuk yang dipakai, yaitu: “verba– ru / verba – nai + you ni iu”. Bentuk ini menerangkan „ucapan‟. “verba– ru / verba – nai + youni iu” dapat diartikan: “katanya ~, katakan ~, mengatakan ~, meminta ~”. Digunakan ketika mengutip kalimat perintah atau kalimat permohonan. 1.e. [ Nomina o IU]. Bentuk yang dipakai: “nomina + o iu”. Bentuk ini menerangkan „ucapan‟. “nomina + o iu” dapat diartikan: “katakan ~, berkata ~, mengatakan ~, melontarkan ~”. Berfungsi untuk menyatakan sesuatu yang ditunjukkan oleh perkataan (mengenai: salam, kebohongan, hal yang kecam, dan kata benda yang menunjukkan ucapan). 1.f. [ Nomina o ~ TO IU]. Bentuk yang dipakai, yaitu: “nomina o + nomina / frasa + to iu”. Bentuk ini menerangkan „ucapan‟. “nomina o + nomina / frasa + to iu” dapat diartikan: “mengatakan ~, berkata ~, katakan ~”. Berfungsi untuk mengutip ucapan orang lain yang menyatakan hubungan, mengenai orang. Dan berfungsi untuk mengutip ucapan orang lain yang menyatakan penilaian, mengenai sesuatu. 2. [~ TO IU], berhubungan dengan: “伝聞 „Denbun‟ Kabar angin”. Bentuk yang dipakai: “kalimat / frasa / nomina + to iu”. Bentuk ini berhubungan dengan „kabar angin‟. Dapat diartikan: “kabarnya ~, menurut kabar yang beredar ~, orang-orang mengatakan ~‟. Digunakan untuk ungkapan yang menyatakan kabar angin. Digunakan untuk ungkapan yang menyatakan dongeng atau cerita. Sesuatu yang mengandung arti kabar angin, hanya bentuk „to iu‟ yang digunakan. Lalu sesuatu yang mengandung arti ucapan semata-mata bentuk; „to itta‟ „to iwanai‟ yang digunakan. Bentuk ini banyak di tulis dengan hiragana. 3. [~ TO IU] yang berhubungan dengan ; 名前 „Namae‟ “nama”, terdapat dua bagian bentuk dan fungsi, yaitu: [ Nomina o Nomina TO IU] [ Nomina (NO KOTO) o Nomina TO IU] 3. a. [ Nomina o Nomina TO IU]. Bentuk yang digunakan: “nomina o nomina to iu” “nomina wa nomina to iu‟ „nomina to iu”. Bentuk ini berhubungan dengan „nama‟, dapat diartikan: „disebut ~, menyebutkan ~, dipanggil ~‟. Digunakan untuk menyatakan nama. Digunakan untuk menyatakan cara memanggil. “nan to” dari “nan to iimasuka” adalah bahasa lisan yang lazim, dapat menjadi “nante”. dan “iu” di tulis dengan kanji pun bagus. “申す(mousu)”, “おっしゃる” merupakan bentuk bahasa sopan dari “iu”. 3. b. [ Nomina (NO KOTO) o Nomina TO IU]. Bentuk yang digunakan: “nomina (no koto) o nomina to iu”, bentuk ini berhubungan dengan „nama‟. „no koto‟ yang terdapat pada tanda „kurung‟ dalam bentuk tersebut, boleh tidak digunakan. Bentuk tersebut, dapat diartikan: “disebut ~”, digunakan untuk menukar kata yang ada dengan kata-kata yang lain. Disamping itu, selain “~ no koto o” yang terdapat dalam bentuk tersebut, dapat juga digunakan „~ to wa‟ dan „~ tte‟.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Jepang
Depositing User: Erlya Wahyuni
Date Deposited: 01 Aug 2023 04:23
Last Modified: 01 Aug 2023 04:23
URI: http://repo.bunghatta.ac.id/id/eprint/14351

Actions (login required)

View Item View Item