Pengaruh Pemberian Pakan Berbeda Terhadap Kelangsungan Hidup dan Petumbuhan Belut sawah (Monopterus albus Zuiew)

Noverdeska, Noverdeska (2017) Pengaruh Pemberian Pakan Berbeda Terhadap Kelangsungan Hidup dan Petumbuhan Belut sawah (Monopterus albus Zuiew). Diploma thesis, UNIVERSITAS BUNG HATTA.

[img] Text
Lengkap Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

RINGKASAN NOVERDESKA NPM 1310016111030. PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BELUT SAWAH ( Monopterus Albus Zuiew). Di bawah bimbingan Bapak Ir. Yuneidi Basri, M.S dan Ibu Dra. Elfrida,M.Si, Apt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pakan yang baik untuk kelangsungan hidup (Survival Rate) dan pertumbuhan Belut sawah (Monopterus albus Zuiew). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, dilaksanakan selama 60 hari, dari bulan Maret – Mei 2017. Ikan uji yang Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Untuk mengetahui adanya pengaruh antar perlakuan dilakukan analisis ragam, dilakukan uji lanjut LSD. Perlakuan dalam penelitian ini, A, Pemberian cacing tubifex sp, B, Pemberian cacing tanah, C, Pemberian pakan komersial, D, Kombinasi dari 3 jenis pakan (cacing Tubifex sp, cacing tanah, dan pelet). digunakan adalah Belut sawah ( Monopterus Albus Zuiew) dengan ukuran 17 – 25 cm sebanyak 120 ekor. Dari hasil penelitian bahwa persentase kelangsungan hidup Belut sawah yang tertinggi terdapat pada perlakuan A sebesar 63,33%, kemudian diikuti oleh pelakuan C sebesar 43,33%, perlakuan D sebesar 43,33% dan yang terendah terdapat pada perlakuan B sebesar 33,33%. Berdasarkan hasil analisis varians bahwa pemberian pakan yang berbeda memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup pada Belut sawah (P<0,05) dimana F(8,143) > F(4,07). Uji lanjut LSD. Kemudian pertambahan berat dan pertambahan panjang Belut sawah untuk setiap perlakuan menunjukkan peningkatan yang hampir sama, namun cacing Tubifex sp dan cacing tanah menunjukkan pola pertambahan berat dan panjang yang meningkat dan berbeda terhadap pakan pelet dan kombinasi (cacing Tubifex sp, cacing tanah, dan pelet). Persentase pertumbuhan berat mutlak Belut sawah yang tertinggi terdapat pada perlakuan B sebesar (3,88±1,38) dan perlakuan terendah terdapat pada pelakuan C sebesar (2,51±1,63). Sedangkan pertumbuhan panjang mutlak yang tertinggi terdapat pada perlakuan B sebesar (3,39±1,45) dan perlakuan terendah terdapat pada pelakuan C sebesar (1,84±1,47). Pertumbuhan berat spesifik belut sawah tertingi pada perlakuan B sebesar (5,65±2,42) dan perlakuan terendah terdapat pada pelakuan C sebesar (3,06±2,45). Kemudian pertumbuhan panjang spesifik Belut sawah yang tetinggi terdapat pada perlakuan B sebesar (6,46±2,29) dan perlakuan terendah terdapat pada pelakuan C sebesar (4,18±2,72). Dapat disimpulkan hasil analisi varians untuk data pertambahan berat dan panjang Belut sawah menunjukan bahwa tidak adanya pengaruh pemberian jenis pakan yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) dimana Fh < Ft. Keadaan parameter kualitas air selama penelitian masih memenuhi kriteria untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan Belut sawah dimana suhu bekisar antara 26-270c, DO berkisar 4,0 - 4,5 ppm dan pH berkisar antara 6 – 7.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Budidaya Perairan
Depositing User: Hermanto UBH
Date Deposited: 24 Jan 2024 07:53
Last Modified: 24 Jan 2024 07:53
URI: http://repo.bunghatta.ac.id/id/eprint/18200

Actions (login required)

View Item View Item