Perbandingan Hukum Pidana Indonesia dan Hukum Pidana Malaysia tentang Tindak Pidana Perkosaan

Refri, M. Fikky and Yetisma, Saini and Deaf, Wahyuni Ramadhani (2020) Perbandingan Hukum Pidana Indonesia dan Hukum Pidana Malaysia tentang Tindak Pidana Perkosaan. Diploma thesis, UNIVERSITAS BUNG HATTA.

[img] Text
102 REFRI M FIKKY (1610012111199) COVER.pdf

Download (114kB)
[img] Text
102 REFRI M FIKKY (1610012111199) ABSTRAK.pdf

Download (86kB)
[img] Text
102 REFRI M FIKKY (1610012111199) BAB I.pdf

Download (240kB)
[img] Text
102 REFRI M FIKKY (1610012111199) BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (333kB)
[img] Text
102 REFRI M FIKKY (1610012111199) BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (189kB)
[img] Text
102 REFRI M FIKKY (1610012111199) BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (88kB)
[img] Text
102 REFRI M FIKKY (1610012111199) DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (92kB)

Abstract

Pengaturan perkosaan di Indonesia diatur Pasal 285 KUHP dan pengaturan perkosaan di Malaysia diaturSekyen 375, 376 Laws of Malaysia Act 574. Tanggal 25 Juni 2019 pria berinisial RP Warga Negara Indonesia telah melakukan tindak pidana perkosaan terhadap 3 orang perempuan berinisial AP, TY, DP, pelaku melakukan perkosaan tersebut terhadap korban-korbannya dalam keadaan sadar, terdakwa terbukti melanggar Pasal 285 KUHP Indonesia, hakim menjatuhkan pidana penjara selama 12 tahun. Pada tanggal 13 September 2019 pria berinsial PP warga Negara India yang berada di Malaysia telah melakukan tindak pidana perkosaan terhadap wanita berinisial PA warga Negara Malaysia, terdakwa terbukti melanggar Sekyen 375 Laws of Malaysia Act 574, hakim menjatuhi sanksi penjara 10 tahun serta dera tujuh cambukan. Rumusan masalah: Bagaimanakah persamaan dan perbedaan unsur-unsur, sanksi pidana dalam Pasal 285 KUHP Indonesia dan Laws Of Malaysia Act 574 Seksyen 375 dan Seksyen 376 tentang tindak pidana perkosaan? Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Sumber data adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, tersier. Tekhnik pengumpulan data adalah studi dokumen. Data dianalisis secara kualitatif. Simpulan hasil penelitian : sanksi pidana Malaysia lebih lengkap dibandingkan Indonesia terkait tindak pidana perkosaan, Indonesia berupa pidana tunggal dan Malaysia pidana kumulatif. Kata Kunci:hukum,Indonesia,Malaysia, Perkosaan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Hermanto Hermanto
Date Deposited: 01 Dec 2020 04:07
Last Modified: 01 Dec 2020 04:07
URI: http://repo.bunghatta.ac.id/id/eprint/1845

Actions (login required)

View Item View Item